Jumat, 14 Desember 2007

Syirik ada dimana-mana
oleh: Roevhi M Salampessy


Kemaksiatan terjadi dimana-mana, dari kota-kota besar Metropolitan hingga ke pelosok-pelosok desa, menerebos setiap dinding budaya dan Agama serta Merampas sebagian besar jati diri generasi muda bangsa ini. Seakan-akan kita tak sanggup lagi, dan satu-satunya pilihan hanyalah mengikutinya. Kemaksiatan sendiri menurut para Ulama adalah perbuatan melanggar syariat Islam dalam arti yang sangat luas. Saat ini pemahaman umat tentang Islam sangatlah sedikit, sehingga sangat wajar aturan-aturan Islam yang berorientasi pada Rahmatan Lil Alamin salah diartikan dan seolah-olah dia adalah momok bagi kehidupan ini. Melihat fenomena seperti ini, sungguh sangat disayangkan siapakah yang bertanggung jawab atas semua ketidak tahuan umat tentang Isalam dan seluruh aturan-aturan hidupnya ini.

Dari sekian banyak kemaksiatan yang terjadi saat ini, mungkin yang paling parah dan benar-benar menjadi sebuah trend adalah perbuatan syirik kepada Allah SWT. Syirik sendiri menurut pengertiannya adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan Mahkluk ciptaannya. Pengertian ini sebenarnya sangat spesifik, karena kurangnya pengetahuan akan Islam, maka Syrikpun diartikan sesederhana itu, sehingga perbuatan yang nyata-nyata mengandung syrik kepada Allah SWT, dikatakan bahwa dia adalah tradisi atau budaya yang harus dilestarikan, misalnya budaya sebagian daerah di Nusantara yang berorientasi syirik dapat kita jumpai pada acara-acara ritual atau upacara-upacara adat. Upacara atau ritual di sebagian besar wilayah jawa dalam menyambut satu muharam, atau ritual-ritual lain yang sejenis, seperti selamatan atau sesembahan, pengguanaan sesajen dan membakar kemenyan, serta penaburan bunga-bunga, jelas-jelas bukan merupakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW.

Ini adalah penyakit dalam tubuh umat, kerangka berpikir yang menjurus kearah Politheisme, yakni sebuah doktrin metafisis yang menyatakan bahwa alam semesta bukan merupakan suatu kebetulan ataupun tanpa adanya Tuhan sebagai pencipta, melainkan banyak yang mengatur dan tidak hanya satu.

Mitologi ini dengan demikian, telah menimbulkan macam-macam perbuatan aneh dan tahayul

Sejalan dengan kemampuan meramu lamunan masing-masing masyarakat politheitis tersebut. Mitologi ini pun menjelma menjadi berbagi ajaran adat yang berakulturasi dengan Islam pada berbagai daerah di Nusantara. Sehingga muncul istilah-istilah seperti Islam adat atau Islam Kejawen.

Nabi, wali, syuhada, orang saleh, ulama dan pemimpin agama, dimitoskon sebagai pelaksana titah Dewata dalam bentuk lain, sehingga golongan masyarakat Politheis Islamisme ini sengaja meniadakan dewa-dewa dan para penyembahnya yang menjadi ciri khas Hinduisme, hanya sekedar menggantikannya dengan hamba-hamba Allah yang seluruh hidupnya yang diabadikan untuk menyebut nama Allah dan menentang penuhanan manusia. Mereka ini melakukan ritual-ritual dengan berdoa kepada selain Allah dengan alasan orang-orang suci atau wali tersebutlah yang akan menjadi perantara dengan Allah. Salah satu ajaran syirik yang sudah sangat mengakar dan mendalam pada setiap adat atau tradisi di berbagai wilayah Nusantara ini. Sehingga sangat wajar kemaksiatan terjadi dimana-mana, hanya karena ketidak pamahan umat tentang ajaran Islam yang sebenarnya.

Berkaca pada berbagai permasaalahan umat tadi, sudah saatnya kita meluruskan pemikiran-pemikiran yang keliru mengenai Islam beserta aturan-aturan hidupnya, sehingga Insyah Allah kemaksiatan yang menjadi penyebab runtuhnya moral dan ahklak umat ini, berangsur-angsur bisa menghilang dengan sendirinya dengan ditandai munculnya generasi-generasi pembaharu yang berjalan diatas rel Islam dan jalan orang-orang yang beriman.

Ya Allah, ya Tuhanku tulisan ini hanyalah sekelumit jeritan hati yang menyaksikan sendiri dengan mata kepala, begitu banyak manusia yang berbuat maksiat kepadamu, tanpa malu-malu dan Menyamakanmu dengan mahkluk ciptaanmu. Ya Allah, Ya Rabbi tulisan ini hanyalah sepenggal kata-kata yang keluar dari dasar jiwa yang paling dalam, yang menginginkan suatu kebenaran akan kekuasaanmu. Hingga hari ini ya Rabbi ya Rahim, begitu banyak manusia yang tidak peduli akan kitabmu serta ajarannya, ya Allah, dalam sembah sujudku, hanya kepadamulah aku meminta dan memohon, hanya kepadamulah Hidup dan matiku. Dan hanya kepadamulah aku menyembah. Akhirnya semoga kita semua dapat kembali ke jalan yang benar sesuai Al-Quran dan Sunah Nabi. Waulahu alam bisawab

Tidak ada komentar: